Home » » Le Classique, Kompetisi Pemecah Satu Negara Menjadi Dua

Le Classique, Kompetisi Pemecah Satu Negara Menjadi Dua


Le Classique, Kompetisi Pemecah Satu Negara Menjadi Dua


Sebelumnya PSG hanyalah tim yang terbilang dengan tim yang biasa saja. Namun ada satu yang menarik pada tim tersebut, Le Classique, merupakan daya tarik yang luar biasa pada Ligue 1. Namun saat ini Paris Saint German menjadi tim yang kaya akan dan bertaburan pemain bintang di dalamnya.

Laga Le Classique yang diadakan di Jerman, kerap kali disamakan dengan laga El Clasico di Spanyol. Jadi tidak heran jika banyak nama besar yang bermunculan dalam laga tersebut dengan bahasa yang membedakannya dengan pemain El Clasico.

Le Classique merupakan pertandingan dimana para kaum Borjuis Paris di pertemukan dua kota terbesar di Paris di dalam negara yang sama. Dimana pemeran pertandingan tersebut di perankan oleh para pekerja pelabuhan Marsille dengan Kaum Borjuis Paris.

Jurnalis sepakbola asal Prancis, Julien Laurens menyebutkan kompetisi yang merupakan ajang pertandingan satu negara menjadi dua. Laga ini sama halnya antara Prancis dengan Paris, dan ketika dua kota besar itu berhadapan, semua pendukung satu negara tersebut lebih mengunggulkan masayarakat pekerja pelabuhan Marseille dibandingkan PSG.

Kondisi seperti ini yang menjadikan keegoan kota satu dengan kota lainnya. Hal ini terlihat jelas betapa Arogannya orang yang berasal dari ibu kota. Mereka sangat membanggakan diri dengan statusnya sebagai warga Paris, bukan Prancis. Padahal mereka berada di satu negara yang sama.

Daniel Hechter adalah seseorang yang mendirikan PSG, Kearogansian sangat melekat pada pendiri PSG tersebut. Dia menyebutkan bahwa Paris adalah kota berada pada kasta tertinggi di bandingkan kota lain yang berada di Prancis.

Perbedaan tersebut mengundang banyak kebecian pada laga Le Classique. Bagi warga yang berada kota lain selain paris begitu membenci kearogansian warga kota besar itu. Untuk kompetisi antara Marsille dengan PSG pun menjadikan pertandingan yang berbeda dengan kompetisi lain yang di lakoni Marsille. Masyarakat di luar kota Paris lebih menerima kekalahan dalam kompetisi lainnya namun bukan untuk Le Classique.

http://www.bola558.com/register

Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Bola558 | Creating
Copyright © 2014. Bola558 - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger